Prabowo Ingin Komisaris Bank BUMN Lebih Ramping dan Profesional

Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin komisaris bank BUMN dibuat lebih ringkas dan efisien.
Tak hanya itu katanya, Prabowo juga meminta direksi dan manajemen bank negara diisi oleh kalangan profesional.
“Tidak ada soal jumlahnya, itu sesuai kebutuhan. Tapi dibandingkan dengan yang sebelumnya lebih gemuk, sekarang lebih ringkas,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Rabu (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga mengatakan arahan Prabowo itu sekarang sudah mulai dilaksanakan.
Hal itu katanya, bisa dilihat dari perombakan komisaris sejumlah bank Bank BUMN; BRI, Bank Mandiri dan BNI, serta BTN yang dilakukan sepekan belakangan ini.
Airlangga tak menyebut arahan Prabowo mana yang sudah diikuti tersebut. Ia hanya mengklaim bahwa perombakan itu telah direspons cukup positif oleh pasar.
“Jadi market tadi melihat baik Bank Mandiri maupun BRI ini diterima dengan cukup baik bahwa baik dari direksi maupun komisarisnya dan diisi jumlahnya tidak terlalu banyak
Sejumlah bank BUMN; BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN melakukan perombakan komisaris sepekan kemarin.
Khusus BTN misalnya, perombakan komisaris dilakukan dengan mencopot ipar Jokowi, Sigit Widyawan dan menunjuk Keponakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Pietra Machreza Paloh sebagai penggantinya.
(agt)