Bos Kadin Anindya ke AS Awal Mei Lobi Tarif Trump untuk RI

Jakarta, CNN Indonesia —
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie berencana terbang ke Amerika Serikat (AS) pada awal Mei intuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif timbal balik sebesar 32 persen yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.
Anindya mengatakan pihaknya akan menggunakan jalur hubungan dengan Kamar Dagang AS (US Chamber of Commerce) yang sudah terjalin baik selama ini.
“Awal Mei rencananya nanti, berkoordinasi dengan pemerintah, Kadin Indonesia akan ke AS untuk menindaklanjuti kerja sama dengan US Chamber of Commerce dan menghadiri beberapa konferensi bisnis/ekonomi untuk menyikapi perkembangan terakhir,” kata Anindya dalam keterangannya seperti dikutip Detik Jumat (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Trump masih membuka ruang negosiasi. Ia pun menyebut Indonesia mempunyai posisi strategis di Pasifik sebagai bagian dari ASEAN dan anggota APEC.
Selain itu, lanjut dia, faktor Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan pemimpin negara nonblok juga bisa menjadi pertimbangan dalam lobi diplomasi.
“Saya yakin, kita bisa melakukan negosiasi dengan AS, antara lain karena posisi geopolitik dan geoekonomi Indonesia. Saya melihat pernyataan Presiden Trump merupakan opening statement. Artinya pintu negosiasi masih terbuka,” tuturnya.
Di sisi lain, Anindya turut menyoroti soal posisi Duta Besar Indonesia untuk AS yang kosong hampir dua tahun terakhir. Padahal, kata dia, dibutuhkan figur yang bisa berperan dalam memperkuat komunikasi bilateral.
Karenanya, Anindya menyebut komunikasi yang intens dengan pemerintah AS di berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah AS adalah langkah yang tepat.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan kebijakan tarif baru impor ke AS pada Rabu (2/4) waktu setempat. Dalam daftar yang dirilis pemerintah AS, produk ekspor Indonesia ke AS dikenakan tarif imbal balik 32 persen.
(dis/asa)