Danau Matano Mengalir ke 3 PLTA, Vale Komitmen Jaga Kelestarian Air

Jakarta, CNN Indonesia —
Chief Sustainibility & Corp Affairs Officer PT. Vale Indonesia Bernadus Irmanto bercerita Vale selama ini bergantung pada air Danau Matano di Luwu Timur, Sulawesi Selatan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) guna mengoperasikan tambang nikel.
Bernadus menjelaskan air danau mengalir ke tiga PLTA yang dibangun dan menjadi jantung operasi PT Vale, sehingga penting untuk menjaga kelestarian air.
“Danau dengan air yang jernih, itu adalah bukti komitmen PT Vale dalam menjaga kelestarian air dan dalam hari ini, kelestarian Danau Matano. Kalau tidak ada PLTA ini, maka saya mungkin menduga PT Vale tidak akan memiliki daya saing seperti yang dimiliki sekarang,” kata Bernadus dalam acara Forum Air Indonesia yang ditayangkan oleh CNN Indonesia, Rabu (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui Danau Matano dengan kedalaman 625 meter merupakan salah satu danau terdalam di dunia.
Meski PT Vale berstatus sebagai pabrik pengolahan nikel, Bernadus menganggap perusahaannya memiliki emisi karbon paling rendah di Indonesia. Sebab, emisi karbon bisa dieliminasi dengan pemanfaatan PLTA tersebut.
Karenanya, ia memandang penting bagi PT Vale menjaga kelestarian Danau Matano dan tak merusaknya lantaran menjadi paling vital bagi operasional tambang.
“Kalau misalkan kami tidak menjaga kelestarian danau ini, artinya kami bunuh diri,” kata dia.
Di sisi lain, Bernadus mengungkapkan Danau Matano memiliki kualitas air lebih baik dari standar air minum dalam kemasan meski di sekitarnya ada perusahaan tambang.
Ia membeberkan PT Vale memanfaatkan teknologi pengolahan air untuk mengelola limbah denga Lamela Gravity Settler (LGS) yang dipadukan dengan fasilitas pengolahan limbah.
’50 tahun lebih kami beroperasi di Soroako, betul-betul kami menunjukkan komitmen tersebut. Kami menjaga air, kami menjaga danau,” kata dia.
(rzr/vws)