Ekonomi

Ekonom Pertanyakan Dasar Hitungan Tarif Trump ke Indonesia



Jakarta, CNN Indonesia

Ekonom senior INDEF, M. Fadhil Hasan, menyebut tarif resiprokal atau tarif timbal balik yang dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Indonesia tak punya basis hitung-hitungan yang jelas.

Berdasarkan tarif baru tersebut, Indonesia kini dikenakan tarif 32 persen. Jumlah itu belum termasuk tarif dasar 10 persen yang dikenakan AS kepada 180 mitra dagang mereka.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadhil mengaku termasuk kaget dengan tarif yang akan berlaku pada 5 April besok itu.

“Cara mereka menentukan resiprokal tarif yang dikenakan oleh negara-negara yang dikenakan kepada negara-negara itu, perhitungannya itu tidak memiliki satu basis ekonomi yang jelas,” kata Fadhil dalam diskusi daring, Jumat (4/4).



Fadhil menyebut penetapan tarif itu berdasarkan asumsi AS bahwa Indonesia selama ini menetapkan tarif 64 persen terhadap produk impor AS.

Hal ini juga tercantum dalam tabel yang ditampilkan Trump dalam konferensi pers. Dalam tabel tersebut ada kolom ‘tarif’ yang diberlakukan negara-negara lain untuk produk AS, dan ada kolom tarif resiprokal yang besarnya separuh dari angka di kolom pertama.    

“Itu berdasarkan perhitungan dari pemerintah Amerika bahwa Indonesia menerapkan tarif sebesar 64 persen terhadap produk Amerika yang diekspor ke Indonesia,” katanya.

Fadhil menyebut itu tak sepenuhnya benar. Fadhil menyebut tarif yang dikenakan RI terhadap produk AS faktanya berada di kisaran 8-9 persen.

Dia menduga asumsi tarif AS itu dihitung berdasarkan defisit perdagangan mereka ke Indonesia, dibagi oleh total impor AS dari Indonesia

“Jadi mereka menghitung kemudian bahwa tarif yang dikenakan oleh pemerintah Indonesia, terhadap produk Amerika itu adalah USD16,8 miliar dibagi dengan USD28 sekian miliar. Maka ketemukan 64 persen itu,” katanya.

“Nah, 64 persen itulah kemudian mereka anggap sebagai tarif yang dikenakan oleh pemerintah Indonesia kepada produk Amerika,” ujar Fadhil.

Penetapan tarif Trump memang menjadi pertanyaan besar bagi banyak negara di dunia.

Selain Indonesia, Korea Selatan yang mendapat tarif resiprokal 26 persen juga mempertanyakan rinciannya, karena Korsel adalah salah satu negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan AS sehingga tak menerapkan tarif tinggi. 

Sementara ekonom juga menyebut perhitungan Trump didapatkan dari hasil perhitungan AI

(thr/vws)


[Gambas:Video CNN]




Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button