Ekonomi

Zhang Xin, Eks Buruh Pabrik Sukses Jadi Konglomerat Berharta Rp18,2 T


Jakarta, CNN Indonesia

Siapa sangka mantan buruh pabrik bisa mengubah nasibnya menjadi pengusaha realestat sukses. Konglomerat Zhang Xin berhasil membuktikannya setelah berhasil menjadi konglomerat usai mendirikan salah satu perusahaan pengembang properti terbesar di China, SOHO.

Dikutip dari laman Forbes, Sabtu (31/3), total harta kekayaan Zhang Xin mencapai US$1,1 miliar atau sekitar Rp18,2 triliun (asumsi kurs Rp16.550 per dolar AS).

Tumpukan hartanya itu menempatkannya pada peringkat ke-2.649 dunia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas bagaimana perjuangan Zhang Xin dari mantan buruh pabrik menjadi pengembang realestate sukses?



Dilansir dari berbagai sumber, Zhang Xin lahir di Beijing pada 24 Agustus 1965, tepat sebelum Revolusi Budaya yang dicetuskan Mao Zedong berlangsung.

Orang tua Zhang adalah keturunan Burma China yang memiliki gelar sarjana. Namun gelar itu tak berarti saat revolusi terjadi.

Pasalnya, Pemerintah China di bawah kepemimpinan Mao, menganggap orang-orang pintar sebagai musuh. Saat bekerja pun, besaran upah yang diterima sama dengan penduduk yang tak berpendidikan.

Selang beberapa tahun, Zhang dan ibunya memutuskan untuk pindah ke pinggiran kota lain. Sementara, ayah dan saudara laki-lakinya nya tetap tinggal di Beijing.

Beruntung, hal itu tak berlangsung lama. Sebab, saat Zhang berusia 8 tahun, Ibunya kembali diizinkan kerja di Beijing sebagai penerjemah. Namun, keuangan keluarganya tak kunjung membaik.

Bahkan, Zhang dan ibunya sempat tidur berbulan-bulan di meja kerja beralaskan buku lantaran tak mampu menyewa tempat tinggal.

Saat Zhang remaja, ia dan keluarganya memutuskan untuk mengadu nasib di Hong Kong. Di sana, Zhang berpikiran untuk membantu ekonomi keluarga dengan mulai bekerja sebagai buruh pabrik selama lima tahun.

Namun, semangat belajar Zhang menggebu. Ia memberanikan diri untuk merantau ke Inggris. Ia memanfaatkan peluang dari status Hong Kong yang masih di bawah Kerajaan Inggris.

NEW YORK, NY - APRIL 12: SOHO China co-founder and CEO Zhang Zhang Xin adalah salah satu wanita terkaya di China yang sukses mengembangkan perusahaan realestat raksasa, SOHO. Hartanya diperkirakan mencapai Rp18,2 triliun. (Photo by Dia Dipasupil / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP).

Di negeri orang, Zhang mengaku tak mengenal siapapun. Kendati demikian, hal itu ia jadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.-nya.

Di sana, ia juga menjalankan pekerjaan sampingan sebagai penjaga gerai makanan, fish and chips.

Zhang lalu mengejar beasiswa agar bisa menjadi kuliah S-1. Semangat itu muncul setelah ia menonton pidato PM Inggris kala itu, Margaret Tacher.

Kegigihannya membuahkan hasil. Ia sukses meraih beasiswa University of Sussex pada 1987 dan meraih gelar sarjana ekonomi.

Tak berhenti di situ, ia memutuskan untuk melanjutkan studi master di Cambridge University pada 1992.

Setelah itu, Zhang sempat bekerja di Goldman Sachs dan Travelers Group.

Perkenalannya dengan bisnis realestate terjadi setelah ia menikah dengan suaminya, Pan Shiyi. Keduanya mendirikan perusahaan realestate, Hongshi, pada 1995.

Pada 1998, pasangan ini berhasil mengembangkan bisnisnya dengan membangun SOHO New Town, kompleks real estate seluas 480 ribu meter persegi. Keberhasilan proyek tersebut membuat perusahaan dikenal dengan nama SOHO.

Kekayaan Zhang melesat saat SOHO sukses melantai di bursa saham Hong Kong pada 2007 yang mengukuhkan posisi perusahaan sebagai salah satu perusahaan properti terbesar di China.

Setelah itu, perusahaan terus mengembangkan kompleks perkantoran di Shanghai, Beijing, dan kota-kota besar di dunia.

Pada 2022, Pan dan Zhang mengundurkan diri dari peran kepemimpinan mereka sebagai ketua dan CEO SOHO, tetapi tetap berada di dewan. Mereka beralasan ingin fokus pada kegiatan filantropi dan memberikan dukungan terhadap seni.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button