Ekonomi

Pertamina Group Bangun 131 Titik Sanitasi Air Bersih Sepanjang 2024



Jakarta, CNN Indonesia

Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang masih sulit diakses oleh sebagian masyarakat, terutama di daerah rawan kekeringan. Menyadari hal ini, PT Pertamina (Persero) telah membangun 131 titik sanitasi air bersih sepanjang 2024 di berbagai wilayah Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan komitmen perseroan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan sebagaimana yang tertuang dalam poin 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Pertamina tidak hanya melayani energi nasional, tetapi juga peduli dan mendukung kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pemberdayaan dan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pendidikan. Salah satunya melalui program Sanitasi Air Bersih yang kami harapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan fasilitas dan sanitasi layak yang diperlukan sehari-hari,” ujarnya dalam ketrangan tertulis, Sabtu (29/3).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2024, Pertamina Group telah membangun titik sanitasi air bersih yang tersebar di sekitar wilayah operasi, yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat Daya.

Inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Salah satunya di NTT, di mana kekeringan menjadi tantangan tahunan.



Pada 2023, delapan kabupaten di NTT mengalami kekeringan, sementara 14 lainnya dalam status siaga. Bahkan, tahun sebelumnya, 225 dari 309 kecamatan di provinsi ini berada dalam kondisi siaga kekeringan.

Akibatnya, banyak warga harus menempuh jarak hingga 10 kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih dengan harga Rp2.500 per 20 liter. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Kepala Desa Tanaduen, Paulus Johnson Aritos, mengungkapkan bahwa akses terhadap air bersih selalu menjadi tantangan bagi warganya.

“Kendala untuk mengakses air bersih di desa kami sering terjadi. Kami terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan berbagai cara karena akses air bersih menjadi salah satu isu penting. Sejalan dengan pentingnya air untuk menjaga kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan dasar di desa,” ucapnya.

Namun, kini warga Desa Tanaduen dapat bernapas lega. Menjelang akhir 2024, desa ini mendapatkan fasilitas air bersih berkat dukungan Pemerintah Daerah dan Pertamina.

Infrastruktur yang dibangun meliputi pengeboran sumur, instalasi pompa, tempat penyimpanan air berkapasitas 4.600 liter, sistem filterisasi, kelistrikan, serta jaringan distribusi yang menjangkau rumah-rumah warga.

Fasilitas ini diserahkan kepada pemerintah desa untuk dikelola dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dan menekan biaya pengadaan air.

Fasilitas yang dibangun meliputi pengeboran sumur, instalasi pompa, tempat penyimpanan air berkapasitas 4.600 liter, sistem filterisasi, kelistrikan, serta jaringan distribusi hingga rumah-rumah warga.

Fasilitas ini diserahkan kepada desa untuk dikelola sebagai aset bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Selain memastikan ketersediaan air bersih, program ini juga membantu warga menghemat biaya pengadaan air serta meningkatkan efisiensi waktu untuk kegiatan produktif.

Sejalan dengan peringatan Hari Air Sedunia pada 23 Maret 2025, Pertamina terus berkomitmen menjaga ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses air bersih yang lebih merata.

Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina juga mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program berkelanjutan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dengan adanya 131 titik sanitasi air bersih yang telah dibangun, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses air bersih dengan lebih mudah. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih sehat dan kehidupan yang lebih sejahtera.

(rir)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button