Ekonomi

Bursa Saham Thailand Setop Perdagangan Usai Gempa Myanmar



Jakarta, CNN Indonesia

Bursa Efek Thailand (Stock Exchange of Thailand/SET) menghentikan semua aktivitas perdagangan untuk sesi sore pada Jumat (28/3) usai gempa dahsyat mengguncang Myanmar.

Getaran gempa terasa di sejumlah wilayah di Thailand termasuk Bangkok.

“Menyusul insiden gempa bumi, Bursa Efek Thailand dengan ini mengumumkan penghentian sementara semua aktivitas perdagangan,” demikian menurut operator bursa di situs web, dikutip Bangkok Post.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Penutupan ini mempengaruhi semua pasar, termasuk SET, Pasar Investasi Alternatif (Market Alternative Investment) dan Bursa Berjangka Thailand (TFEX) untuk sesi sore ini,” imbuhnya.

Indeks SET terakhir diperdagangkan 1,05 persen lebih rendah dari level terendah selama sepekan di 1.174, 45 poin. Indeks ini diperdagangkan di level tersebut sepanjang sesi karena saham tertekan tarif otomatis Amerika Serikat.



Gempa mengguncang Myanmar dengan kekuatan 7,7 magnitudo pada Jumat siang waktu setempat.

Di Bangkok, imbas gempa itu gedung yang akan digunakan untuk kantor pemerintah amblas. Sebanyak 43 orang juga dilaporkan terjebak di sana.

Gempa menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu hilang, dan setidaknya 50 orang mengalami luka-luka di Thailand.

Sementara itu di Myanmar, menurut kesaksian warga, beberapa gedung juga ambruk imbas gempa.

Selain itu, jembatan yang dibangung era kolonial di Kota Sagaing rusak dan Istana Mandalay yang bersejarah rusak parah.

Salah satu rumah sakit besar di Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw, tampak ramai dengan pasien luka. Beberapa terlihat menggeliat kesakitan, dan yang lain terbaring tak berdaya.

Tak cuma di Thailand, gempa juga terasa hingga ke Provinsi Yunan, China. Sejauh ini, belum ada informasi soal korban dari wilayah ini.

(ugo/ugo)


[Gambas:Video CNN]





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button